Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kata-kata Renungan Islam Yang Menyejukkan Hati

Waroong.net - Kata-kata renungan Islam yang menyejukkan hati, yang akan kami bagikan semoga membuat pikiran anda menjadi damai dan tenang. Di mana di dalam menjalani kehidupan dua perasaan itu, dasar utama sesorang mengalami kebahagiaan. Baik secara universal hubungan sesama manusia, maupun dengan Allah SWT.

kata kata renungan islam yang menyejukkan hati

Ucapan bijak yang terangkai menjadi kalimat renungan indah, terbukti dapat menentramkan hati dan perasaan. Meresapi hal yang tertulis, membuat hati merasakan kenyamanan. Mengintropeksi kesalahan agar tidak terulang kembali, demi terciptanya kedamaian hati.

Setidaknya ada 6 poin renungan yang harus diterapkan dalam hidup. Agar hidup lebih tentram, nyaman dan menyejukkan hati. 

Kata-kata renungan islami yang menyejukkan hati

1]. Hati beriman

"Rendah hati itu hanya pada ketakwaan dan agama, bukan pada pakaian." Imam Malik. Keimanan di hati menjadikan seorang hamba menjauhi sifat tercela dan tidak terpuji. Sehingga tidak mungkin ia berbuat sesuatu yang dapat merusak keimanan dan merendahkan dirinya sendiri. 

Sebab antara rendah hati dan keimanan merupakan kesatuan utuh. Iman menyadarkan seseorang dari perbuatan sombong dan membanggakan diri kepada yang lain.

2]. Hanya berbicara tentang kebaikan

"Ketika orang bodoh berkata-kata, janganlah engkau meresponnya. Karena sebaik-baiknya jawaban baginya adalah berdiam." Syair Arab. Terlalu banyak bicara itu tidak baik, berpotensi tidak dihargai orang lain. 

Berbicara hanya tentang kebaikan, atau bila tidak mampu lebih baik diam. "Diam itu emas, tapi tak selamanya yang diam itu emas!". Pintar-pintarlah berbicara, jangan terlihat diam, tapi tanpa sepengetahuan orang sekitar, tengah merencanakan hal buruk. Hal demikian itu tak pernah mendapat restu dari Allah.

3]. Bersikap tulus

"Saat diberi sesuatu engkau gembira, dan saat ditolak engkau kecewa. Maka simpulkanlah bahwa yang demikian itu adalah bukti kekanak-kanakanmu dan ketidaktulusan penghambaanmu." Ibnu Athaillah. Bersikap tulus dan tanpa pamrih bukan hanya disenangi oleh semua orang, namun Allah sendiri sangat mengharapkan ini ada di tiap-tiap hati para hamba. 

Sikap yang demikian tersebut akan membawa kebaikan, bagi yang berbuat maupun yang merasa mendapat perlakuan.

4]. Tidak sombong

"Rendah hati akan menumbuhkan kecintaan, dan lapang dada menerima pemberian Allah SWT, akan melahirkan ketenangan jiwa." Imam Syafi’i. Menjadi hamba yang selalu bersyukur atas semua rahmat dan kasih sayang yang diberikan Allah swt, membuat seorang hamba selalu dicintai diperhatikan oleh Allah. 

Karena tiada rasa iri dan dengki di hati. Yang ada hanyalah sikap menerima dengan lapang dada semua pemberian Allah. Meskipun terkadang di antara sekian banyak karunia itu ada yang tidak enak rasanya, seperti rasa sakit dan sedih. Namun berkat keimanan yang dimiliki tidak mengurangi kepahaman agamanya.

5]. Rendah hati

"Bagaimanapun untuk mencapai kesucian hati, adalah dengan rendah hati." Jalaluddin Rumi. Untuk mencapai hati yang bersih, suci lagi mulia hanya dapat diperoleh bila mau bersikap rendah hati. Bukan dengan cara lain, bersikap arogan tidak menghargai sesama. Sifat dan sikap terpuji lahir dari jiwa yang selalu taat menjauhi larangan Allah swt.

6]. Berhati-hati dengan ucapan

"Yang mendorong ke neraka itu lidah. Akan selamat manusia jika ia pandai menjaga lidahnya." Imam Ghazali. Itu jaman dulu, dan sekarang ditambahi dengan jempol tangan yang mengetik tulisan pada akun sosial yang dimiliki seseorang. 

"Tajamnya silet lebih tajam dari ucapan." Atau "Lidahmu adalah harimaumu". Dapat dipahami bahwa yang menyelamatkan dan membahayakan jiwa seorang hamba adalah tajam dan tajamnya ucapannya, yang melukai hati orang lain. Oleh sebab itu berhati-hatilah dengan ucapan.

Sekian kata-kata renungan Islam yang menyejukkan hati, semoga ada hikmah dibalik kata-kata renungan Islami di atas. Terima kasih telah berkunjung di blog kami.

Posting Komentar untuk "Kata-kata Renungan Islam Yang Menyejukkan Hati"